Shikin Gomez: Dari Asia’s Next Top Model ke Dior dan Fendi
Perjalanan Shikin Gomez dari panggung kompetisi menuju industri mode internasional menunjukkan bahwa karier model tidak selalu bergerak dalam garis lurus. Ada masa ketika pekerjaan diperoleh melalui jaringan sederhana, ada pula periode ketika seorang model harus membangun reputasi dari nol sebelum akhirnya dipercaya oleh rumah mode besar. Bagi Shikin, perjalanan tersebut membawanya dari Malaysia menuju berbagai kota mode dunia. Namanya kemudian semakin dikenal setelah tampil dalam Asia’s Next Top Model dan mencapai babak final pada 2017.
Awal Karier Shikin Gomez Sebelum Asia’s Next Top Model
Sebelum dikenal melalui televisi, Shikin sudah lebih dahulu mengenal dunia modeling ketika masih menjadi mahasiswa. Ia pada awalnya menerima pekerjaan sebagai model secara paruh waktu, termasuk terlibat dalam proyek fotografi fesyen milik teman-temannya. Pekerjaan tersebut perlahan berubah menjadi sumber penghasilan yang lebih serius karena ia perlu membantu memenuhi kebutuhan hidup, termasuk biaya kendaraan dan tempat tinggal. Dengan begitu, kariernya tidak bermula dari sebuah kontrak besar, melainkan dari berbagai kesempatan kecil yang dikumpulkan sedikit demi sedikit.
Menariknya, fase awal tersebut juga berlangsung ketika industri modeling Malaysia belum menawarkan sistem yang sefleksibel sekarang. Dalam wawancara dengan Harper’s BAZAAR Malaysia, ia mengenang masa ketika model harus mencari pekerjaan melalui grup Facebook, mengikuti pertunjukan di pusat perbelanjaan, serta mengurus komunikasi dengan klien secara mandiri. Kondisi tersebut membuat seorang model tidak cukup hanya mengandalkan penampilan di depan kamera. Kemampuan membangun jaringan, bernegosiasi, menjaga hubungan profesional, dan memahami kebutuhan klien juga menjadi bagian penting dari pekerjaannya.
Shikin Gomez di Asia’s Next Top Model
Titik perubahan besar datang pada 2017 ketika Shikin menjadi salah satu peserta Asia’s Next Top Model Cycle 5. Musim tersebut menghadirkan 14 peserta dari sejumlah negara Asia dan berlangsung dengan lokasi produksi di Singapura serta Malaysia. Pada akhirnya, Maureen Wroblewitz menjadi pemenang, sedangkan Minh Tu Nguyen dan Shikin menempati posisi runner-up. Pencapaian tersebut membuat namanya memperoleh perhatian jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya.
Perjalanan di kompetisi itu juga memperlihatkan bahwa dirinya bukan sekadar peserta yang bertahan karena keberuntungan. Ia berhasil mencapai bagian akhir kompetisi tanpa pernah masuk dua terbawah, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi performanya sepanjang musim. Setelah kompetisi berakhir, eksposur tersebut menjadi pintu menuju pekerjaan yang lebih internasional. Bahkan, pengalaman yang diperolehnya kemudian membawanya kembali ke beberapa kota yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari perjalanan profesional yang sedang ia bangun.
Dari Kompetisi Televisi ke Panggung Mode Internasional
Kesuksesan di acara televisi tidak otomatis menjamin karier panjang sebagai model. Setelah kompetisi selesai, seorang model tetap harus membuktikan bahwa dirinya mampu bekerja dalam lingkungan profesional yang jauh lebih beragam. Hal itulah yang kemudian dilakukan Shikin dengan memperluas jaringan dan pasar kerjanya. Dalam beberapa tahun setelah kompetisi, aktivitas profesionalnya berkembang hingga mencakup Singapura, Mumbai, Barcelona, Berlin, London, dan Paris.
Perpindahan dari pasar lokal ke pasar internasional juga membutuhkan penyesuaian besar. Setiap kota memiliki karakter industri, standar casting, jaringan agensi, serta kebiasaan kerja yang berbeda. Karena itu, keberhasilan seorang model di satu negara belum tentu langsung diterima di negara lain. Justru kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting untuk mempertahankan karier dalam jangka panjang. Perjalanan Shikin memperlihatkan bagaimana pengalaman lokal dapat menjadi fondasi sebelum seorang model mencoba masuk ke lingkungan mode yang lebih luas.
Shikin Gomez: Momen Penting Bersama Dior
Salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya terjadi pada 2023 ketika ia berjalan dalam pertunjukan Dior Pre-Fall 2023 di Mumbai, India. Pertunjukan tersebut digelar di Gateway of India dan menjadi momen yang memiliki makna personal karena Mumbai merupakan kota pertama tempat ia ditempatkan setelah mengikuti kompetisi. Dengan demikian, kesempatan tersebut terasa seperti sebuah lingkaran yang kembali ke titik awal, tetapi dalam posisi yang jauh lebih besar. Ia tidak lagi datang sebagai model yang baru mencari peluang, melainkan sebagai bagian dari pertunjukan rumah mode global.
Pemilihan tersebut juga memiliki arti simbolis karena dirinya membawa identitas Malaysia ke salah satu panggung fesyen internasional yang sangat diperhatikan. Dalam wawancara dan pemberitaan mengenai pertunjukan tersebut, ia mengungkapkan rasa bangga karena dapat tampil di Mumbai sekaligus mewakili orang-orang yang memiliki latar belakang seperti dirinya. Kesempatan itu menunjukkan bahwa perjalanan menuju industri mode global dapat berlangsung melalui kombinasi pengalaman, konsistensi, dan kemampuan mempertahankan karakter personal. Karena itu, pertunjukan Dior menjadi salah satu bab terpenting dalam perjalanan profesionalnya.
Hubungannya dengan Fendi dan Perkembangan Karier Global
Nama Fendi kemudian muncul dalam perkembangan kariernya yang lebih baru. Pada edisi Agustus 2026, Harper’s BAZAAR Malaysia menampilkan dirinya sebagai model sampul dengan sejumlah busana dan aksesori Fendi. Pemotretan tersebut menggunakan berbagai item dari koleksi Fendi, termasuk pakaian, sepatu, tas Baguette, dan aksesori lainnya. Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa kiprahnya tidak berhenti pada runway, tetapi juga mencakup editorial dan produksi mode dengan rumah mode mewah internasional.
Perkembangan ini penting karena pekerjaan editorial memiliki tuntutan yang berbeda dari pertunjukan runway. Dalam pemotretan majalah, model harus mampu menyampaikan karakter melalui ekspresi, postur, gerakan tubuh, dan hubungan dengan pakaian. Selain itu, konsep visual ditentukan bersama oleh fotografer, stylist, creative director, hair stylist, makeup artist, dan tim produksi. Karena itu, keberhasilan dalam editorial membutuhkan kemampuan interpretasi yang tidak selalu sama dengan kemampuan berjalan di atas catwalk.
Shikin Gomez: Kehidupan Profesional di Eropa
Seiring berkembangnya karier, Shikin kemudian menetap di Lisbon, Portugal. Perpindahan tersebut bukan sekadar perubahan tempat tinggal, tetapi juga bagian dari strategi profesional untuk lebih dekat dengan pasar modeling Eropa. Dalam wawancara terbaru, ia menjelaskan bahwa kehidupannya kini berada di luar Malaysia, meskipun ia masih kembali untuk bertemu keluarga dan orang-orang terdekat. Posisi tersebut membuatnya lebih dekat dengan berbagai pusat mode Eropa dan sekaligus memberi ruang untuk mengembangkan karier secara internasional.
Menetap di luar negeri tentu membawa tantangan tersendiri. Seorang model harus mampu membangun kembali jaringan profesional, memahami karakter agensi setempat, serta menghadapi persaingan yang jauh lebih luas. Namun, pengalaman yang telah diperoleh sejak awal karier menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan tersebut. Justru setelah melewati berbagai tahap, ia tampak semakin memahami bahwa modeling bukan hanya pekerjaan yang mengandalkan penampilan, melainkan profesi yang membutuhkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi.
Pandangannya terhadap Dunia Modeling yang Berubah
Industri mode yang ia masuki pada awal 2010-an berbeda dengan industri yang dihadapinya sekarang. Dahulu, model di Malaysia lebih banyak mengandalkan koneksi personal, rekomendasi, dan pencarian pekerjaan secara mandiri. Sekarang, media sosial memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap cara model memperkenalkan diri dan membangun identitas profesional. Perubahan tersebut membuat hubungan antara model, agensi, klien, fotografer, dan audiens menjadi semakin terbuka.
Ia juga melihat adanya perubahan dalam hal keberagaman. Menurut pengalamannya, industri pada masa awal karier lebih terbatas dalam menerima perbedaan ukuran tubuh, warna kulit, dan latar belakang. Kini, ia melihat perkembangan yang lebih inklusif di Malaysia dan Asia Tenggara, terutama dalam berbagai kampanye komersial. Perubahan tersebut memang belum berarti seluruh persoalan industri telah selesai, tetapi setidaknya menunjukkan adanya pergeseran cara dunia mode memandang representasi.
Shikin Gomez: Modeling sebagai Proses Kreatif
Salah satu alasan ia tetap bertahan dalam profesi ini adalah aspek kreatif yang terdapat di dalamnya. Baginya, pemotretan dan pertunjukan bukan hanya aktivitas untuk mengenakan pakaian di depan kamera atau berjalan di atas panggung. Model menjadi bagian dari proses artistik yang melibatkan banyak orang dengan gagasan berbeda. Dalam sebuah pemotretan, misalnya, tubuh dan ekspresi model menjadi medium yang membantu fotografer serta tim kreatif menerjemahkan sebuah konsep menjadi gambar.
Pandangan tersebut menjelaskan mengapa karier modeling dapat bertahan lebih lama daripada sekadar popularitas sebuah kompetisi televisi. Ketika seorang model mampu memahami konsep dan bekerja sama dengan tim kreatif, perannya menjadi lebih bernilai. Ia tidak hanya menampilkan pakaian, tetapi juga membantu membangun suasana dan cerita visual. Dengan cara itu, modeling dapat berkembang menjadi bentuk kolaborasi artistik yang melibatkan banyak disiplin sekaligus.
Mengapa Perjalanannya Menarik untuk Diikuti?
Ada satu hal yang membuat perjalanan profesional ini cukup menarik, yaitu panjangnya proses antara kompetisi dan pencapaian internasional. Jarak enam tahun antara keberhasilannya di televisi pada 2017 dan penampilannya untuk Dior pada 2023 memperlihatkan bahwa karier tidak selalu berkembang secara instan. Popularitas dari sebuah acara dapat membuka pintu, tetapi pintu tersebut tetap harus dilewati dengan pekerjaan nyata. Setelah sorotan televisi berakhir, seorang model harus terus mendapatkan casting, menjaga profesionalisme, dan membuktikan dirinya kepada klien yang berbeda-beda.
Perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa gelar runner-up bukanlah akhir dari sebuah kompetisi. Justru dalam kasus ini, hasil tersebut menjadi salah satu bagian dari fondasi karier berikutnya. Dari Malaysia, jalurnya berkembang menuju sejumlah pasar internasional dan kemudian semakin dekat dengan industri mode Eropa. Penampilan Dior di Mumbai menjadi simbol penting dari perkembangan tersebut, sementara proyek editorial bersama Fendi pada 2026 memperlihatkan bahwa kariernya terus bergerak dalam bentuk yang berbeda.
Shikin Gomez: Warisan yang Dibangun di Luar Panggung
Keberhasilan seorang model sering kali diukur melalui nama besar yang pernah menggunakan jasanya. Namun, ukuran tersebut sebenarnya hanya menggambarkan sebagian kecil dari perjalanan panjang yang terjadi di belakang layar. Ada proses casting yang tidak terlihat, pekerjaan dengan bayaran sederhana, perjalanan antarkota, penolakan, perubahan pasar, dan kebutuhan untuk terus menjaga kondisi profesional. Pengalaman seperti inilah yang membentuk karier jauh sebelum sebuah nama muncul dalam pertunjukan rumah mode besar.
Dalam konteks tersebut, perjalanan Shikin menjadi contoh bagaimana model dari Asia Tenggara dapat membangun posisi di pasar internasional tanpa harus menghapus identitas asalnya. Ia membawa pengalaman dari Malaysia, melewati kompetisi regional, kemudian bekerja di berbagai kota dan akhirnya berbasis di Eropa. Bahkan, ketika kembali tampil dalam majalah Malaysia dengan busana Fendi pada 2026, ia tetap memiliki hubungan kuat dengan industri tempat kariernya bermula.
Shikin Gomez dan Masa Depan Karier Mode
Pada tahap karier sekarang, arah perjalanan tersebut terlihat semakin luas. Fokusnya tidak lagi hanya pada satu jenis pekerjaan, karena modeling dapat mencakup runway, editorial, kampanye, pemotretan, hingga kolaborasi kreatif. Penampilan bersama Dior membuktikan kemampuannya di panggung pertunjukan, sedangkan proyek bersama Fendi untuk Harper’s BAZAAR Malaysia memperlihatkan kekuatannya dalam produksi editorial. Perbedaan tersebut justru membuat profil profesionalnya semakin beragam.
Pada akhirnya, perjalanan dari seorang model mahasiswa hingga tampil untuk rumah mode internasional tidak terjadi dalam semalam. Ada kompetisi yang menjadi titik balik, pengalaman lokal yang menjadi dasar, serta keberanian untuk memasuki pasar baru ketika kesempatan datang. Dari Asia’s Next Top Model, perjalanan itu berkembang menuju Dior dan kemudian terus berlanjut melalui proyek-proyek fashion internasional, termasuk Fendi. Kisah tersebut memperlihatkan bahwa dalam industri mode, ketahanan sering kali sama pentingnya dengan penampilan, sementara kemampuan beradaptasi dapat menentukan seberapa jauh seorang model mampu bertahan.


Leave a Reply